Think…Thank…

April 16, 2008

Sepeninggal Oppung…

Filed under: Curhat,Me & My Family — Septebrina Situmorang @ 12:30 pm

Bandung, INA

10.45 AM

@ Lab. IF Dasar I ITB

Hari ini aku merasa sangat sedih. Oppungku (nenek) meninggal sudah karena penyakit ginjal. Masih kuingat, aku datang ke Bandung untuk berkuliah dengan membawa harapan membahagiakan keluargaku, termasuk nenekku yang sangat banyak berkorban untuk keluarga kami, baik materi, moril, dan perasaan.

Masih kuingat, kira-kira sebulan yang lalu, aku menelepon Oppungku yang sedang sakit. Aku berjanji pulang ke Siantar bulan Juni ini. Tak lupa, aku mengingatkan nenek untuk menjaga kesehatan dan mendoakan aku. Aku janji pulang ke kampung untuk menjenguk Oppung kembali. Tapi, janji itu tinggallah janji dan waktu takkan kembali sama. Oppungku meninggal sudah.

Masih kuingat saat sehari sebelum berangkat ke Bandung, aku pergi ke kampung untuk pamit pada Oppung. Masih kuingat senyum pasrah Oppung yang akan melepasku pergi. Cucu sulungnya akan pergi beribu kilometer jauhnya darinya.

Masih kuingat pelukannya di saat aku tidur, senyumnya di saat aku nakal maupun sedih, perhatiannya di saat aku sakit, kepeduliaannya terhadap tumbuh kembangku, kebanggaannya atas tiap prestasi yang kutorehkan, simpatinya atas tiap kegagalanku, nasihatnya yang sangat lembut. Masih kuingat itu semua.

Di log hatiku tertulis: “Telah berakhir kehidupan seorang anak yang sangat menghormati orangtuanya, seorang saudara yang sangat menghargai saudara-saudaranya, seorang istri yang sepadan buat suaminya, seorang ibu yang sangat peduli akan keluarganya, seorang oppung (nenek) yang sangat memperhatikan perkembangan, mengasihi dan membanggakan cucu-cucunya, seorang teman yang selalu berada dalam kondisi apapun. Tapi yang pasti, semua kenangan itu takkan berakhir di batu nisan. Namun, akan terus berakar, bertumbuh dan senantiasa dipelihara, disiram, dipupuk oleh orang-orang yang mengenangnya. Semua pengorbanannya akan dikenang hingga akhir zaman oleh orang-orang yang mengenalnya. Semua perbuatan, kebaikan, kesetiaannya akan selalu dikenang dan diteladani. Hidupnya di dunia ini takkan sia-sia.”

Teruntuk Oppung….

Terima kasih untuk setiap

Kebaikan

Kesetian

Kasih sayang

Damai

Ketenangan

Perjuangan

Semangat

Nasihat

Kan kuingat semuanya…

Yang kau berikan untukku

Untuk ayah mamaku

Untuk adik-adikku

Untuk keluarga besar kita

Perjuanganmu di bumi memang sudah berakhir

Sudah waktumu untuk beristirahat dengan tenang

Namun, kenangan yang kau tinggalkan akan tetap hidup

Di log hati kami masing-masing

Maaf…

Aku tidak menemanimu di kala kau sakit

Maaf…

Aku belum bisa menunjukkan keberhasilanku yang doakan

Maaf…

Aku belum sempat menemuimu

Namun…

Aku tahu bahwa kebanggaanmu atasku

Sudah mampu menjawab semuanya…

Aku akan tetap berjuang Oppungku

Untuk bagianmu juga

Untuk keluarga besar kita

Untuk setiap teladan yang kau berikan buatku

Terima kasih sudah mau menjadi Oppungku yang luar biasa

Terima kasih sudah membesarkanku

Terima kasih memahami kenakalanku di masa tumbuh kembangku

Terima kasih memahami cara mendidikku

Terima kasih untuk semuanya…

Aku menyayangimu Oppungku…

Pernahkah aku mengatakannya secara langsung?

Pergilah Kasih….

Kita ‘kan jumpa

Walau tidak di sini….

Nanti di Surga….

Selamat jalan oppungku tersayang

Tunggu sampai kita bertemu di surga

Bersama Bapa di Surga…

Kita semua akan berkumpul kembali…

Amin (Pasti)….

By: Septebrina Situmorang

(My Master on High)

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.