Think…Thank…

Maret 31, 2008

When I say that I love you…

Filed under: Christianity,Just 4 my Master on high — Septebrina Situmorang @ 12:15 pm

Bandung, 29 maret 2008

7.30 AM

@ Asrama

Beberapa hari ini, ada sebuah lagu yang sangat be-rhema dalam hidup saya. Saya rindu membagikan lagu itu di sini. Saya lupa siapa yang mengarang lagu ini. Kalau ada yang tahu, tolong beri tahu saya, ya. Berilah perhatian sejenak dan silahkan untuk menikmati setiap liriknya.

When I say that I love you

You feel that you’re lonely

It doesn’t mean that you’re alone

You feel that nobody wants you

It doesn’t mean that no one care about you

Listen to the word I say

And I will always by your side

You mean everything to Me

And I will never leave you

‘cause I love you so……..

Reff:

When I say that I love you

It means that give the best for you

When I say that I love you

I will give everything for you

No more fear about the future

And blame for the past

I’ll give everything

When I say that I love you……

You think that you’re nothing

Before me you’re something beautiful

You think you can’t do anything

But you can do a lot of things with Me

Listen to the word I say

And I will always by your side

You mean everything to Me

and I will never leave you

‘cause I love you so……..

Lagu ini bercerita tentang ‘Seseorang’ yang sangat memperhatikan kita. Lihat bagian intro, ada kata-kata ‘you feel’ dan ‘you think’. Yupz, dalam hidup, kita memang sangat dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan kita. Padahal itu belum tentu benar. Right? Kita, sebagai manusia cenderung bersikap egois, self-centered. Kita sering dicecoki dengan pikiran dan perasaan kita sendiri. Kita cenderung menganggap apa yang kita rasakan tentang diri kita adalah ‘kebenaran’. Contoh kasus, Saya sering merasa sendirian dan tak punya teman (hingga saat ini, terkadang). Namun, saya akhirnya tahu (sewaktu Abang saya wisuda Maret lalu) kalau orang tua saya selalu membawa saya dalam tiap doanya. Wow, usia segini, baru sadar? (Whatta!!!). Saya sadar bahwa saya tidak berjuang sendirian di Bandung ini. Saya punya keluarga yang senantiasa tahu apa yang saya butuhkan. Dan yang penting, saya sadar bahwa merasa sendirian dan tidak dipedulikan itu sama sekali gak penting.

Yupz, lagu ini adalah pernyataan cinta dari Allah kita. Siapa sih kita, sampai kita dicinta-Nya? Siap sih kita, sampai-sampai Dia mau ngebantuin kita buat ngehadepin hidup ini? Siapa sih kita, sampai Dia mau capek-capek ngebantuin kita buat ngehilangin perasaan negatif kita?

So, Guyz and Galz, stop thinking and feeling desperately. No fear,no blame, ‘coz of Him. Ketahuilah, bahwa saat engkau merasa sendirian, Dia tetap ada memandang kita, menanti kita, menunggu kita mau mencari Dia. Ketahuilah, bahwa tangan-Nya tetap terulur untuk kita, bahkan saat tidak ada yang peduli. Bahkan, di saat keluargamu tidak mampu. Ingat, tangan-Nya tidka kurang panjang untuk menyalamatkan.

Ketika Dia mengatakan “I love you (ganti dengan namamu)”, saat itulah, semua beban-Mu sebenarnya sudah lepas. Dengan pernyataan cinta dariNya untukmu, tidak akan ada yang memutuskan hubungan-Mu selamanya dengan-Nya. Dia bahkan berjanji bakalan terus bersama kita.

Jadi, maukah Engkau menerima-Nya?

(For My Master on high)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.