Apakah kau merasa beban hidupmu teramat besar?
Apakah kau sedang merasa berada dalam persimpangan jalan?
Apa Tuhan masih relevan saat ini?
Engkau tidak sendirian…
Jutaan orang pernah merasakan hal itu
Mungkin dalam suatu masa hidupnya, semua manusia pernah mempertanyakan hal ini.
Adakah tempat perhentian sejenak dari segala masalah itu?
Jawabannya, ‘titik nol’.
Berteduhlah di ‘titik nol’ itu.
Temukan apa yang menjadi penantianmu selama puluhan tahun hidupmu di dunia ini.
************************************************************************
Dunia telah berkembang begitu pesat. Apa yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, telah terjadi saat ini. Sesuatu yang dulu dipikir takkan bisa dibuat, nyatanya kini telah ada. Dan saat ini, usaha-usaha itu masih berlanjut. Kalau begini, apakah ini berarti bahwa manusia mampu berbuat apa saja untuk mengatur seluruh dunia? Bahkan tanpa Allah sekalipun?
Seiring perkembangan itu, kehidupan terasa semakin berat. Krisis terjadi di mana-mana. Waktu terasa semakin cepat berjalan. Kita semakin disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang kita buat untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita menjadi pribadi yang tidak peduli lagi dengan sekeliling kita. Seluruh hidup kita bagai dikejar-kejar oleh waktu dan keputusasaan.
Yah, Sobat, jika kau merasa beban hidupmu teramat besar, ada satu jawaban untukmu – yang kuyakin merupakan jawaban terbaik yang pernah kuterima selama hidupku yang singkat ini. Yakni, Allah Bapa. Dialah sumber segala hikmat dalam hidup kita, sumber penyelesaian segala masalah. Di tangannya ada segala kunci untuk penyelesaian masalah-masalah manusia. Dan kuasa-Nya tidaklah terbatas untuk suatu masa/zaman. Kuasa-Nya bahkan masih berlaku hingga saat ini, sama besar kuasanya dengan saat Allah masih bisa bercakap-cakap secara langsung dengan umat manusia.
Dia-lah ‘titik nol’ itu. Dialah tempat perhentian kita. ‘Tempat’ di mana kita bisa beristirahat dari sibuknya dunia meski sejenak, melepaskan segala beban. Saat kita merasa tidak mampu menghadapi semua permasalahan dalam hidup kita, kita hanya butuh. ‘Seseorang’ yang bersedia untuk selalu mendampingi kita. ‘Seseorang yang selalu siap mendengarkan keluh kesah kita. ‘Seseorang’ yang selalu memperhatikan perkembangan diri kita. ‘Seseorang’ yang mengenal diri kita jauh lebih baik dibandingkan kita sendiri. ‘Pribadi’ yang tahu apa yang terbaik buat hidup kita.
Sekarang, pertanyaannya adalah maukah kita menerima segala kebaikan-Nya? Maukah kita mengakui bahwa kita tidak mampu hidup sendiri tanpa ada bimbingan dari-Nya?
Berdoalah sekarang juga. Tumpahkan segala beban hidupmu selama ini dalam doamu. Jangan takut, sebab Ia menunggu kita.merendahkan diri untuk berdoa. Ia menunggu kita untuk mengakui bahwa kita tidak mampu untuk hidup sendiri. Ia menunggu kita untuk melibatkan-Nya dalam segala aspek hidup kita.
Temukan jawaban-Nya dalam doamu. Ia pasti menjawab. Mintalah bimbingan-Nya atas hidupmu. Libatkan Dia dalam segala aspek hidupmu. Kembalilah ke ‘titik nol’ dan rasakan indahnya hidup bersama-sama Dia. Sekarang masih belum terlambat…
Berdoalah, Sobat…..
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;
Apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.
(Yeremia 29:12-14a)