Think…Thank…

Desember 8, 2007

Sehabis Ujian MaTek…

Filed under: Curhat,Kuliah — Septebrina Situmorang @ 5:18 am

Gue baru aja selelesai ujian Matematika Teknik. Seperti biasa, segala penyesalan tumpah

ruah. Ada yang salah hitung, lah. Ada yang sempat-sempatnya, lupa rumus, lah. Akhirnya,

usaha mati-matian ingat rumur dengan defenisinya. Pokoknya, kacau. Kenapa bisa kayak gini,

sih?
Klo mau nyalahin genetika, eh salah kepribadian, gue bisa aja ngeles bilang gue gak

teliti, ato kurang gizi (ini mah, kurang ajar, wong ortu gue selalu kirim uang yang udah

pasti cukup buat gue). Tapi, mbok ya, masa’ sih, gue salah hitung terus. Kapan benarnya?

Trus, masa’ kurang gizi, lha tadi pagi gue jelas-jelas minum susu. Huah…. Gue salah di

mana?
Klo dipikir-pikir lagi (kayaknya, gue emang suka mikir, nih), kesalahan gue emang di

kurang latihan. Emang sih, gue belajarnya kebut semalam (alias tadi malam baru berlatih

soal). Sejak 2 minggu lalu, gue cuman berkutat di teori. Ya ampun, buat apa gue belajar tuh

teori (maksud gue, buat apa gue mendalami penurunan rumus, ato apalah itu, yang sebenarnya

tidak menjadi tujuan perkuliahan di elektro). Lha gue kan bukan anak Matematik. Dosen gue

aja bilang supaya kami terima tuh rumus-rumus, karena pembuktiannya diserahin sama anak

Matematika. Klo gak gitu, apa guna ahli matematik? Mau belajar elektro? Ya, nggak lah….
Eh, kembali ke masalah tadi. Penyakit kurang teliti gue emang udah terlanjur parah. Ya,

gue pikir solusinya, ya cumam banyakl berlatih, bukan cuman paham konsep. Ya ampun

(lagi-lagi), kok gue baru ngerti hal ini pas semester 3. Tapi, ya nggak papa lah. Wong,

manusia seiring bertambahnya usia, pasti akan terus belajar. Ini bukan bela diri, tapi ya

emang kenyataannya gitu. Kayak kata Ayah gue. Hidup kita itu seperti bola yang

menggelinding. Ada kalanya kita di atas angin, tapi ada kalanya kita itu di bawah, Tapi, pas

di bawah itu kita bisa belajar melihat sekeliling kita. Karena pas di situ, kita bakalan

‘dipaksa’ untuk mengakui kehebatan yang lain. Yah, sama kayak gue. Gue salut sama

teman-teman gue yang telitinya minta ampun. Tapi, gue pasti belajar lebih. Gue bakalan

berlatih terus, gak bakalan menyerah. Yupz, gue gak bakalan nyerah. Hidup ini indah. Gue

juga bersyukur masuih dikasih Tuhan buat kuliah dengan kondisi keuangan yang sebenarnya

sangat tidak memungkinkan. So, gue emang gak punya pilihan lain selain belajar keras.

Sebagai ucapan syukur buat Tuhan. Masih ada UAS bauat yang mau nambah nilai. Masih ada

ujian-ujian lain yang menanti. Masih ada banyak kesempatan. Dan kesempatan ini gue pake buat

nunjukin klo Septebrina itu bisa teliti juga. Target gue belom tercapai. So, bagian gue yang

akan terus berlatih n berdoa. Hmmm…

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.