Suatu hari ada seorang wisatawan yang menanyakan berapa mil jarak dari suatu tempat ke kota yang hendak ia tuju. Namun, sang guide menjawab dalam satuan kilometer. Yang tinggal hanyalah rasa bingung karena turis itu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan sang pemandu merasa tidak puas karena tak dapat memuaskannya.
Itu hanyalah sebuah gambaran akan membingungkannya dunia ini bila saja tidak ada satuan konversi yang berlaku secara universal. Coba bayangkan ada yang bertanya pada Anda tentang suhu daerah itu dalam satuan Fahrenheit seangkan yang Anda ketahui cuma satuan Celcius. Atau Anda ditanya panjang benda dalam satuan inci padahal Anda hanya mengerti cm, m, dan yang berakhiran m lainnya. Dan masih banyak andai dan padahal lainnya. Bayangkan betapa mumetnya otak kita memikirkannya.
Untunglah kita tak perlu berbingung-ria karena itu. Para pendahulu kita telah lama menyadari pentingnya satuan konversi itu. Maka mereka mengadakan konvensi untuk memutuskan satuan-satuan yang diambil untuk mewakili semua satuan yang ada. Maka, setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang menyulitkan didapatlah suatu keputusan yang dinamai SI System of Units atau satuan internasional.
Inilah mereka-mereka itu:
1. Panjang diwakili oleh meter (m)
2. Massa diwakili oleh kilogram (kg)
3. Waktu diwakili oleh sekon (s)
4. Arus listrik diwakili oleh Ampere (A)
5. Temperatur diwakili oleh Kelvin (K)
6. Intensitas cahaya diwakili oleh Kandela (cd)
7. Jumlah atom diwakili oleh mol.
Jadi, itulah ukuran standar untuk perhitungan dan pengukuran. Jadi, jangan bingung lagi bila menjumpai kata-kata seperti inci, mil, Fahrenheit, atau bahkan satuan lain yang berbeda-beda untuk tiap bangsa. Konversikan saja ke satuan internasionalnya (ada di buku, kok). Mudah, bukan?
jadi inget pelajaran fisika
Komentar oleh Luthfi — Desember 21, 2006 @ 7:01 am |
hi apa kabar? baek2 aja kan?
hmm…mending bikin tulisan yg heboh, kalo dah kita tahu, apalagi anak ITB, hehehe, kan gak nambah ilmu tuh..
*peace*
Komentar oleh rusle — Januari 10, 2007 @ 11:49 pm |
Itu belum seberapa. Kalau jalan-jalan ke gunung di sekitar bandung, masuk kampung di kaki-kaki gunung dan tanya mengenai jarak, maka ada satuan unik yaitu “saududeun” (satu rokok). hehehe
Berapa jauh jarak saududeun itu, jangan salah. Saya pernah mengalami bahwa jarak saududeun ini bisa 2-3 jam perjalanan … duh.
Komentar oleh Riyogarta — Maret 14, 2007 @ 6:21 pm |
ya….dari dulu saya lemah dalam konversi satuan. tapi saya harus tetep berusaha. bagaimanapun kt harus terus belajar. jangan pernah berhenti. tolong kirik konversi satuan untuk SI dan indonesia donk. misal 1 Mpa=….KN dan sebagainya. trimakasih.
Komentar oleh emma — Agustus 4, 2007 @ 1:44 pm |
wah susah jg jd anak kuliahan , pa kbr semarang
Komentar oleh shem — Oktober 1, 2007 @ 5:17 am |
yes
Komentar oleh shem — Oktober 2, 2007 @ 7:38 am |