Suatu hari ada seorang wisatawan yang menanyakan berapa mil jarak dari suatu tempat ke kota yang hendak ia tuju. Namun, sang guide menjawab dalam satuan kilometer. Yang tinggal hanyalah rasa bingung karena turis itu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan sang pemandu merasa tidak puas karena tak dapat memuaskannya.
Itu hanyalah sebuah gambaran akan membingungkannya dunia ini bila saja tidak ada satuan konversi yang berlaku secara universal. Coba bayangkan ada yang bertanya pada Anda tentang suhu daerah itu dalam satuan Fahrenheit seangkan yang Anda ketahui cuma satuan Celcius. Atau Anda ditanya panjang benda dalam satuan inci padahal Anda hanya mengerti cm, m, dan yang berakhiran m lainnya. Dan masih banyak andai dan padahal lainnya. Bayangkan betapa mumetnya otak kita memikirkannya.
Untunglah kita tak perlu berbingung-ria karena itu. Para pendahulu kita telah lama menyadari pentingnya satuan konversi itu. Maka mereka mengadakan konvensi untuk memutuskan satuan-satuan yang diambil untuk mewakili semua satuan yang ada. Maka, setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang menyulitkan didapatlah suatu keputusan yang dinamai SI System of Units atau satuan internasional.
Inilah mereka-mereka itu:
1. Panjang diwakili oleh meter (m)
2. Massa diwakili oleh kilogram (kg)
3. Waktu diwakili oleh sekon (s)
4. Arus listrik diwakili oleh Ampere (A)
5. Temperatur diwakili oleh Kelvin (K)
6. Intensitas cahaya diwakili oleh Kandela (cd)
7. Jumlah atom diwakili oleh mol.
Jadi, itulah ukuran standar untuk perhitungan dan pengukuran. Jadi, jangan bingung lagi bila menjumpai kata-kata seperti inci, mil, Fahrenheit, atau bahkan satuan lain yang berbeda-beda untuk tiap bangsa. Konversikan saja ke satuan internasionalnya (ada di buku, kok). Mudah, bukan?